PERIBAHASA INDONESIA ADAT

Berikut ini adalah kumpulan contoh peribahasa Indonesia serta arti dan maknanya yang berkaitan dengan kata ADAT

 

Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung.

Mengerjakan sesuatu (pekerjaan) harus mengikuti aturan yang ada.

Segala perbuatan dalam pergaulan sosial harus didasarkan pada norma-norma yang ada.

 

Adat dipakai baru pusaka dipakai usang.

Adat istiadat (kebiasaan) dalam masyarakat biasanya tidak pernah ber­ubah.

Adat pada suatu negeri atau masyarakat tertentu tidak pemah usang, selalu dipakai. Sedangkan harta dan kehormatan, semakin lama se­makin habis.

 

Adat penghulu, berpandang luas beralam lapang.

Seorang yang menjadi pimpinan haruslah mempunyai sikap bijak- sana, arif, adil, dan mampu mengambil keputusan. Di mana keputusan itu tidak merugikan salah satu pihak.

 

Adat pasang berturun naik

Segala sesuatu di dunia tidak akan tetap, namun selalu silih berganti. Nasib dan rejeki seseorang tidak selamanya berada dalam kejayaan.

 

Adat juara kalah menang, adat saudagar laba rugi.

Susah senang, untung rugi, baik dan buruk akan datang silih berganti.

 

Adat periuk berkuah, adat lesung berdedak

Segala sesuatu itu tidak lepas dari hukum alam, yaitu hukum sebab akibat. Siapa yang ingin beruntung maka ia harus bekeija keras. Siapa malas ia akan rugi.

 

Adat periuk berkera, adat lesung berdedak

Sesuatu di dunia ini ada kelebihan dan kekurangannya. Seseorang yang mempunyai kehebatan, pasti di sisi lain ada kelemahannya.

Sese­orang yang mempunyai kelemahan, di bidang lain ia mempunyai ke­pandaian.

 

Adat bersendi syarak syarak bersendi Kitabullah.

Segala sesuatu yang dilakukan (segala perbuatan) janganlah melang­gar norma hidup dan aturan agama.

 

Hilang adat tegak mufakat.

Adat kebiasaan tidak selamanya harus dipakai. Namun bisa diubah dengan cara musyawarah atau mufakat.

Kebijaksanaan akan dapat mengubah adat yang dianggap tidak baik dan tidak menguntungkan.

 

Adat teluk timbunan kapal, adat gunung tepatan kabut.

Di dunia ini orang yang kaya dijadikan tempat meminta dan orang pintar dijadikan tempat berguru (meminta nasihat).

 

Adat negeri memagar negeri, adat berkunjung memagar kampung.

Rela berkorban untuk masyarakat, bangsa dan negerinya dengan ikhlas.

 

Adat disii, lembaga dituangi.

Segala sesuatu hendaknya dilakukan sesuai dengan kebiasaan.

Pekerjaan harus dilakukan sesuai dengan petunjuk dan kebiasaan sehari-hari.

 

Habis adat karena kerelaan.

Meskipun tidak dapat memenuhi syarat yang diwajibkan secara ke­seluruhan, namun jika masing-masing pihak memaklumi, maka tak akan ada masalah (tak ada yang dirugikan).

 

Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam.

Menghadapi kesukaran, orang yang berusia muda atau tua hendak­nya bersabar

 

Adat rimba raya, siapa berani ditaati.

Ibarat ini ditujukan kepada orang yang hanya menggunakan ke­kuatan, pendukung yang banyak jumlahnya dan tidak menggunakan akal.

 

Adat dunia balas-membalas, syariat palu-memalu.

Perbuatan baik akan mendapatkan balasan kebaikan sedangkan perbuatan buruk akan mendapat balasan keburukan (siksa/penderitaan).

Siapa beramal baik akan mendapatkanpahala. Siapa berbuat keji akan mendapat siksa.

 

Hidup dikandung badan, mati dikandungtanah.

Segala sesuatu itu ada batasnya.

Hidup hendaknya mematuhi aturan atau norma yang berlaku di lingku­ngannya.

 

Tegak adat berpagar adat, tegak suku berpagar suku, tegak kampung berpagar kampung, tegak negeri berpagar negeri.

Orang atau kelompok masyarakat akan menjadi kuat dalam persa­tuan manakala harga diri mereka atau kelompok mereka diserang/di­hina orang lain.

 

Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan.

Segala sesuatu akan berlangsung sesuai dengan sunatullah (takdir).