PERIBAHASA INDONESIA AIR

Berikut ini adalah kumpulan contoh peribahasa Indonesia serta arti dan maknanya yang berkaitan dengan kata AIR

Seperti menuang secawan air di lautan

Melakukan sesuatu yang tidak mendapatkan hasil, melaksanakan tindakan yang percuma/sia-sia.

 

Air diminum rasa duri, nasi dimakan rasa sekam

Orang sedang mengalami kesusahan hatinya merasa tidak tenang.

 

Bagai air di daun talas

Seseorang yang memiliki pendirian yang tidak tetap.

 

Tak air talang dipancung

Apa yang dicita-citakan akan terwujud apabila melakukan usaha.

Air besar batu bersibak

Masing-masing menyelamatkan dirinya sendiri apabila teijadi kerusuhan.

 

Air sama air kelak menjadi satu, sampah ke tepi juga

Kegotong-royongan bisa mempercepat pekerjaan.

 

Air ditulang bubungan turunnya ke cucuran atap

Sifat dan tabiat seorang anak biasanya menurut orang tuanya.

 

Air laut pun ada pasang surutnya

Rejeki pada manusia tidak pernah berjalan stabil, setiap manusia

pasti akan mendapatkan kerugian dan keuntungan

 

Air tenang menghanyutkan

Seseorang yang bijak dan pandai biasanya pendiam.

 

Air susu dibalas dengan air tuba

Kebaikan dibalas dengan kejahatan.

 

Air beriak tanda tak dalam

Orang yang bodoh selalu berlagak pintar dan banyak bicaranya.

 

Air orang disauk, ranting orang dipatah, adat orang diturut

Seseorang yang mudah menyesuaikan dirinya didalam lingkungan­nya yang baru saja dia masuki.

 

Air diminum sembiluan

Batin tidak bisa tenang apabila sedang mengalami kesusahan.

 

Air digenggam tiada tiris

Orang mampu tidak mau memberikan sumbangan kepada orang yang membutuhkan pertolongan.

 

Air dicecah tiada akan putus

Ikatan tali persaudaraan yang kokoh dan kuat.

 

Bagai minum air bercacing

Mengerjakan sesuatu hal karena terpaksa, melakukan pekerjaan yang tidak disukai karena takut akan ancaman.

 

Bagai membandarkan air ke bukit

Melakukan sesuatu yang tidak pernah mendapatkan hasil, melaksa­nakan pekerjaan yang sia-sia.

 

Tiada menggendangkan air

Orang yang tidak dapat melakukan apa-apa disaat keluarganya sedang mengalami suatu permasalahan atau kesusahan.

 

Air tenang jangan dikira tiada buaya

Orang pendiam bukan berarti penakut.

 

Air dalam karang menonggok, setinggi campur kemenyan, gula tertumpah kanji

Telah mencapai cita-citanya dengan hasil yang memuaskan.

Air mudik sungai, semua teluk dijalani

Membeli sesuatu tanpa diperhitungkan tentang kualitas dan kegu­naannya.

 

Bergendang air orang

Mengerjakan pekerjaan yang menguntungkan orang lain, melaksa­nakan sesuatu yang memiliki dampak yang baik pada orang lain.

 

Tiada berorang di air

Seseorang yang mengalami aib.

 

Merajukkan air di ruang, hendak karam ditimba juga

Orang yang tidak tega melihat kesusahan keluarganya padahal ia se­ring memarahinya.

 

Takkan air hujan ditampung

Mengerjakan pekerjaan yang tidak mendatangkan hasil, melakukan sesuatu yang sia-sia.

 

Mengairi sawah orang

Melaksanakan pekerjaan atau sesuatu hal yang dapat menguntung­kan orang lain.

 

Tempat rendah menjadi genangan air

Seseorang yang memiliki kedudukan tinggi selalu dihormati oleh orang lain, orang kaya atau pejabat akan disegani orang lain.

 

Tak air talang ditampung

Menghalalkan berbagai cara untuk mencapai keinginannya.

 

Air mudik ke sungai, semua teluk diranai

Pengeluaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan

di dalam menjalani kehidupan.

 

Sekali air besar, sekali tepian beranjak. Sekali air besar, sekali tepian beralih

Penguasa yang baru akan menggubah peraturan-peraturan yang telah lampau

 

Tiada menghangatkan air

Seseorang yang tidak mampu menolong keluarganya disaat keluarga mengalami kesusahan.

 

Bermain air basah, bermain api letup

Setiap usaha yang pernah dilakukan pasti ada yang baik dan buruk bagi dirinya, setiap pekerjaan pasti ada untung dan ruginya.

 

Air jernih ikannya banyak

Daerah yang makmur aman dan subur masyarakatnya pun tentram.

 

Berkering air liur

Memberi nasihat kepada seseorang yang tidak pemah mendengarkan hanya sia-sia belaka.

 

Tambah air, tambah sagunya

Penghasilan akan bertambah apabila memiliki banyak pekerjaan.

 

Bagai menampung air dengan limas pesuk

Kepercayaan yang telah diberikan tidak dilaksanakan dengan baik dan sempuma.

 

Membuang air yang keruh, mengambil air yang jernih

Menjalani kehidupan baru dan meninggalkan kenangan lama.

 

Menjilat air liur

Memuji setelah menghina orang lain.

 

Menjilat air ludah

Meminta kembali apa yang telah ia berikan kepada orang lain.

 

Bagai air titik di batuan

Memberi nasihat kepada orang jahat yang merupakan hal sia-sia be­laka.

 

Seperti air dalam terenang

Orang yang sikapnya tenang dalam menghadapi permasalahan.

 

Air dicencang tidak putus jua

Pertengkaran atau perselisihan tidak akan dapat memutuskan tali persaudaraan.

 

Membasuh muka dengan air liur

Sulit mengembalikan kepercayaan yang diberikan padanya karena namanya telah tercemar.

 

Air mata jatuhke perut

Orang yang menyimpan atau menyembunyikan kesusahannya di hadapan orang lain.

 

Seperti air pembasuh kaki

Memberi sesuatu tetapi tidak dihargai.

 

Takkan air peluh diturut

Bekerja keras untuk memperoleh hasil yang seimbang.

 

Dari telaga yang jernih, takkan mengalir air yang keruh

Keluarga yang baik kelakuannya dituruti oleh anak sampai cucunya.

 

Bukan air muara yang ditimba, sudah disauk dari hulunya

Kabar yang belum pasti akan kebenarannya.

 

Sambil menyelam minum air

Sekali melaksanakan dua pekerjaan terselesaikan dengan mudah.

 

Dimandikan dengan air segenuk

Memberi bantuan tidak disesuaikan dengan kebutuhannya.