PERIBAHASA INDONESIA ANJING

Berikut ini adalah kumpulan contoh peribahasa Indonesia serta arti dan maknanya yang berkaitan dengan kata ANJING

Anjing ulang bangkai.

Seseorang (terutama laki-laki) yang tidak berhenti dari perbuatan buruknya.

 

Melepas anjing terjepit, sesudah dilepas ia menggigit.

Menolong seseorang yang tak tahu diri. Sesudah ditolong ia tak tahu balas budi tetapi justru mencelakakan.

 

Anjing itu bila dipukul sekalipun, berulang juga ia kembali ke tempat yang banyak tulang.

Sudah menjadi tabiat orang jahat, meskipun ia mendapat hukuman berat, akhirnya kembali menjadi jahat lagi.

Meskipun telah diberi peringatan tegas, seseorang tak pernah jera (mengulangi perbuatan buruknya).

 

Bagaikan anjing terpanggang ekor.

Seseorang yang ditimpa masalah dan tidak dapat menyembunyikan perasaan. Ia tampak gelisah dan serba salah.

Kebingungan karena mengalami kemalangan dan menjadi panik memin­ta bantuan.

Bagaikan anjing bercawat ekor.

Orang yang pergi menghindar karena mendapat malu.

 

Anjing diberi makan nasi, bilakah kenyang?

Percuma saja menanam budi kepada orang jahat.

Sia-sia menolong orang yang tidak tahu berterima kasih. Meskipun kita memberi kebaikan yang begitu banyak, ia tetap bersikap jahat kepada kita.

 

Bagaikan disalak anjing bertuah.

Sudah tidak dapat ditangguhkan lagi (sifatnya mendesak).

 

Anjing menyalak tiada menggigit.

Perilakunya sombong tetapi penakut.

Ancaman yang hanya bersifat gertak sambal, tidak akan dibuktikan (tidak membahayakan).

 

Waktu seribu anjing menyalak, gunung bolehkah runtuh.

Pendapat orang kecil tidak akan mengancam jabatan orang besar

 

Bagaikan anjing kedahuluan.

Seseorang yang bersifat tidak mau diungguli (disaingi) dalam segala hal.

 

Bagaikan anjing, meskipun dirantai emas sekalipun akan pergi ju­ga ke tempat najis.

Orang yang perangainya memang sudah jahat (buruk) sukar diubah meskipun ia mendapatkan fasilitas yang baik.

 

Bagaikan anjing mengunyah tulang.

Seseorang yang tidak pernah merasa puas meskipun mendapatkan sesuatu yang berlebihan.

 

Bagaikan anjing tercepit pagar.

Seseorang dalam keadaan susah yang justru semakin serba salah.

 

Betapapun anjing menyalak, bukit tak akan runtuh.

Bagaimana pun kata rakyat kecil, pejabat tinggi tidak akan terancam kedudukannya.

Pendapat orang awam tidak akan dapat mengubah pendirian orang besar.

 

Bagai anjing berebut tulang.

Orang yang rakus hendak memiliki harta orang lain, tetapi hartanya sendiri justru yang habis.

 

Bagai anjing mendapat bangkai.

Mendapatkan keuntungan yang besar

Orang yang sangat rakus dalam mengumpulkan harta benda (seakan-akan tiada puas).

 

Bagaikan anjing kepala busuk.

Seseorang yang diketahui kejahatannya atau sikap buruknya, maka ke mana saja ia pergi akan dihinakan orang.

 

Bagaikan anjing makan muntahnya.

Orang rakus yang tidak dapat membedakan kebaikan dan keburukan (keuntungan dan kerugian).

 

Bagai anjing menggonggong tulang.

Orang yang bodoh, kurang terhormat, jika mendapat kemuliaan sedikit saja muncul kesombongannya.

 

Bagai anjing berjumpa pasir.

Orang menjadi kurang baik akhlaknya jika mendapatkan sesuatu yang disukainya.

 

Bagaikan anjing beranak tujuh.

Orang yang galak dan tidak bisa diajak main-main.

Sebutan bagi perempuan yang badannya kurus dan sakit-sakitan.

 

Bagaikan anjing melintasi denai.

Orang sombong yang sangat gemar memperlihatkan kesombongan­nya kepada siapa saja dan dimana saja.

 

Bagaikan anjing lapar mendapat tulang, daging segumpal dan se­keping apam.

Seseorang yang beramal tetapi tidak ikhlas, meinginkan harapan dan keuntungan lain.

Seseorang yang berbuat baik tetapi diam-diam ada maksud yang dituju.

 

Tak termakan oleh anjing kata-katanya

Kata-kata yang kurang baik, kasar dan sangat menyakitkan.

 

Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.

Tak mempedulikan rintangan dan halangan, terus berusaha untuk mewujudkan cita-cita.

Tidak terpengaruh dengan omongan orang asal tujuan tercapai.

 

Bagai anjing menyalakdi ekor gajah.

Tidak berarti sama sekali.

 

Anak anjing tak mungkin menjadi anak musang jebat.

Anak orang jahat tak akan mungkin menjadi baik, meskipun bisa baik tetapi tidak berlangsung lama.

 

Bagaikan anjing dengan kucing.

Dua orang atau dua pihak yang tak pernah akur

 

Pekerti anjingterjepit, mendengking-dengkingminta dilepaskan, setelah lepas menggigit juga.

Orang yang menderita dan meminta pertolongan. Setelah ditolong justru mencelakakan.

 

Habis minyak sepasu ekor anjing takkan lurus.

Orang yang berperangai jahat, meskipun diubah tetap kembali jahat.

 

Anjing gonggong bangkai.

Orang yang sedang dilanda kecemasan.

 

Anjing itu meskipun dirantai emas dan diberi makan manikam, jika dilepas akan kembali ke tempat najis.

Bagaimana pun orang hina dan buruk akhlaknya jika diperbaiki men­jadi baik, akan tetap kembali buruk