PERIBAHASA INDONESIA GAJAH

Berikut ini adalah kumpulan contoh peribahasa Indonesia serta arti dan maknanya yang berkaitan dengan kata GAJAH

 

Gajah mati karena gading

Bencana yang menimpa dikarenakan oleh kesombongannya sendiri.

 

Gajah terdorong karena gadingnya, harimau terlompat karena belangnya.

Karena kekuasaannya seringkali mengeluarkan kata-kata yang kurang patut.

Kebiasaan orang besar atau kaya seringkali bersikap/berkata sombong.

 

Gajah pengangkat lada, kuda pelejangbukit.

Gambaran seorang pemuda yang menjadi budak saja derajatnya.

 

Gajah bergajah-gajah, pelanduk mati terjepit.

Jika para pemuka rakyat bertengkar, rakyat kecil yang jadi korban.

 

Gajah ditelan ular lidi.

Pria bangsawan yang mendapat istri dari golongan rakyat jelata.

 

Terdorong gajah karena besarnya.

Melakukan perbuatan kurang baik dengan mudah karena memiliki kekuasaan dan kekuatannya.

 

Bagaikan ditempuh gajah lalu.

Sesuatu yang tidak mungkin dapat dirahasiakan.

 

Gajahmemamah iris, baik diikatkerakecilyangmemakanbuahkayu.

Lebih baik menyayangi milik sendiri meskipun tampaknya tidak bernilai harganya, daripada mengharapkan yang besar tetapi belum tentu tercapai.

 

Gajah seekor, gembala dua.

Suatu pekerjaan atau organisasi yang dipimpin dua orang.

 

Gajah berjuang dengan gajah, pelanduk mati di tengah-tengahnya

Jika seorang penguasa atau pemimpin rakyat bertikai, maka rakyatlah yang menjadi korban.

 

Gajah lalu dibeli, kuasa tiada terbeli.

Ketika menghadapi sesuatu yang besar, seringkali yang kecil dilu­pakan. Padahal yang kecil itu menentukan sesuatu yang besar itu.

 

Bagaikan gajah masuk kampung.

Orang kaya dan memiliki kekuasaan, mudah saja melakukan sesuatu kepada orang lemah.

 

Gajah masuk kampung, kalau kayu tak tumbang rumput pun layu.

Orang yang besar (penguasa atau orang kaya) berulah, rakyat kecil setidak-tidaknya terkena akibatnya.

 

Gajah mati tulang tertimbun

Seseorang yang meninggalkan hartanya karena ia sudah tidak ber­nyawa.

 

Gajah dikalahkan pelanduk

Orang memiliki jabatan yang ditipu.

 

Seperti gajah masuk kampung

Orang banyak yang sedang mengalami kesusahan yang dibuat oleh orang kaya.

 

Bangkai gajah tak dapat ditutup dengan daun nyiru.

Sesuatu yang besar tidak akan dapat disembunyikan.

Kesalahan orang besar (pejabat) tidak mungkin dapat dirahasiakan.

 

Gajah berak besar, kancil pun hendak berak besar juga, akhimya mati kebebangan.

Gambaran bagi orang hina yang celaka karena ingin menandingi orang kaya.

 

Gajah berak besar, pelanduk pun hendak berak besar.

Gambaran orang miskin yang ingin menandingi orang kaya.

 

Bagaikan gajah dengan sengkelanya.

Orang besar dan mulia pun pasti akan mendapat kesusahan.

 

Menangkap gajah liar harus dengan gajah pula

Untuk menundukkan penguasa haruslah dengan orang yang ber­kuasa pula.

 

Gajah besar dan berkaki empat sekalipun, terkadangterdorongdan jatuh tersungkur ke bumi.

Jika menjadi orang mulia, penguasa atau orang kaya, hendaknya jangan sombong. Sebab tidak menutup kemungkinan akan mene­mui nasib buruk.

 

Tidakkah gajah dapat ke tangan manusia.

Tak ada sesuatu pun yang mustahil atau langka, jika manusia mau dan berani usaha.

 

Hitam-hitam gajah, putih-putih udang kapai.

Yang mulia tetap mulia meskipun buruk rupa, yang hina tetap hina meskipun elok rupa.

 

Tidaklah gajah yang besar dan diam di hutan itu ke tangan manusia.

Janganlah membesar-besarkan kemuliaan/kekayaan orang, karena suatu saat kekayaan/kemuliaan itu akan lenyap juga.