PERIBAHASA INDONESIA KAYU

Berikut ini adalah kumpulan contoh peribahasa Indonesia serta arti dan maknanya yang berkaitan dengan kata KAYU

 

Besar kayu besar bahannya

Besar kebutuhan maka besar pula penghasilannya, besar modal be­sar pula kebutuhannya.

 

Seberat-berat kayu, terapung juga di air

Seberat-beratnya suatu pekerjaan pasti akan selesai, sebesar-besar­nya suatu permasalahan pasti ada jalan keluarnya.

 

Jika pohon banyak akar lagi teguh, tak takut angin ribut

Tidak merasa cemas dan takut karena masih memiliki banyak saudara.

 

Laksana kayu tidak berbuah

Ilmu atau pengetahuan yang tidak bermanfaat.

 

Bagai kayu dimakan bubuk

Seseorang yang tidak pernah menyadari kesalahannya.

 

Kalau sama tinggi kayu di rimba, di mana angin akan lalu.

Jika sama-sama kaya, sama-sama pandai dan kuasa, tak akan ada bagi- bagi pekerjaan.

 

Di mana kayu bengkok di sana musang mengintai.

Pada tempat yang tidak terjaga di situlah dimanfaatkan musuh. Jangan lengah karena kelengahan akan dimanfaatkan setan untuk menjerumuskan.

 

Adakah kayu di rimba sama tinggi.

Kehidupan di dunia ini berbeda-beda ada kaya ada miskin, ada pandai ada bodoh, ada mulia ada hina.

 

Umpama kayu buruk, buruk di panas, reput di hujan.

Gambaran nasib seseorang yang tiada dapat diperbaiki lagi.

 

Bagai kayu lempung, ditembuk kumbang tembus-menembus.

Orang lemah yang mudah dihinakan.

 

Tukang tidak membuat kayu.

Cara berpikir atau usulan seseorang yang tidak dapat dimengerti karena berbelit-belit atau kurang sempurna.

 

Kayu besar di tengah padang, tempat beruang kepanasan, tempat bernaung kehujanan.

Bagaimana pun orang besar merupakan tempat perlindungan dan harapan orang kecil.

 

Gedang kayu gedang bahannya.

Besar penghasilan, besar pula kebutuhan.

 

Di mana kayu bungkut, di sanalah hendak meniti.

Orang bodoh akan menjadi sasaran penipuan orang cerdik.

 

Tak kayu jenjang dikeping.

Segala daya upaya dilakukan asalkan maksud dan tujuan tercapai.