PERIBAHASA INDONESIA ULAR

Berikut ini adalah kumpulan contoh peribahasa Indonesia serta arti dan maknanya yang berkaitan dengan kata ULAR

 

Bagai membangunkan ular

Hendaknya tidak mengganggu musuh yang sedang diam.

 

Ular bukan, ikan pun bukan

Sifat orang tidak dapat ditebak

 

Ular dipukul jangan mati, kayu pemukul jangan patah, tanah dipalu jangan lembang

Menyelesaikan suatu permasalahan dan memperdamaikan pihak-pihak yang berselisih.

 

Biar ular mati, kayu jangan patah

Mengalahkan musuh tanpa merusak dirinya sendiri.

 

Jika ular menyusur akar, tiada akan hilang bisanya

Orang besar dan mulia tidak akan hilang derajatnya apabila masih

merendahkan diri, seseorang yang akan selalu dikenang karena telah banyak melakukan kebajikan.

 

Macam ular kekenyangan

Orang yang berjalan dengan tidak stabil atau tidak betul karena sedang mengalami sesuatu, orang yang sedang mabuk, sehingga jalannya tidak stabil atau normal.

 

Kerosok ular di rumpun bambu

Seseorang yang suka mengeluarkan ancaman, padahal ia sangat penakut.

 

Seperti ular kena palu

Seseorang yang sedang marah tapi tidak dapat atau tidak berdaya melawan.

 

Seperti ular dicubit ekor

Orang yang marah sekali dan menghadapi lawannya dengan kebe­raniannya.

 

Bagai ular dengan orang

Dua orang yang memiliki hubungan saudara tapi tidak mau saling mengenal.

 

Bagai ular dengan legundi

Seseorang yang sangat lekat hatinya pada kekasihnya.

 

Adakah hilangbisa ular karena menyusup akar

Derajat atau tingkatan seseorang tidak akan menurun apabila ia tidak menyombongkan dirinya.

 

Pacet hendak menjadi ular

Seseorang yang memiliki angan-angan yang tidak akan mungkin tercapai karena tidak mau berusaha.

 

Baik bersahabat dengan ular berbisa

Lebik baik bersahabat dengan seseorang yang lebih meng­untungkan.

 

Takut pada ular, terkejut pada bengkarung

Seseorang yang takut pada orang lain yang memiliki kedudukan atau jabatan.

 

Bagaikan ketiak ular.

Suatu perkara yang berlarut-larut.

 

Bagaikan ular kepala dua

Gambaran orang munafik

 

Jika ular menyusur akar tiada akan hilang tuahnya.

Orang mulia tak akan turun harga dirinya meskipun ia merendahkan diri.

 

Bagaikan ular menyusur akar.

Orang mulia yang rendah hati.

 

Biar ular mati, pemukul jangan patah.

Melawan musuh namun tetap mempertahankan diri.

 

Sekerat ular, sekerat belut.

Orang munafik yang lain dimulut lain di hati.

 

Bagaikan ular dengan orang.

Dua orang besaudara yang saling menghindari pertemuan.

 

Biang biut bagai ular kena palu.

Menggelinjang-gelinjang karena sedang marah.

 

Ular dipalu jangan mati, kayu di tangan jangan patah, tanah pun jangan cacat.

Memutuskan perkara hendaknya adil dan jangan sampai pihak yang kalah itu merasa tersinggung (malu).

 

Bagaikan ular kena bedal.

Menggeliat-geliat karena sakit.

 

Ular biar mati, tanah jangan kelok, buluh jangan pukah.

Melakukan sesuatu pekerjaan harus dilakukan dengan hati-hati.

 

Sudah tampak kaki ular.

Telah diketahui perbuatan jahatnya.