Pemilihan Kata Yang Tepat dalam Penulisan

Tips Pemilihan Kata Diksi dalam membuat Tulisan

Kemahiran memilih kata oleh seorang pengarang/penulis tentunya berkaitan erat dengan penguasaan kosakata. Seorang pengarang/penulis yang menguasai kosakata, selain mengetahui makna sebuah kata, ia juga tentunya memahami perubahan makna. Di samping itu, agar dapat memilih kata yang akurat, seorang penulis/pengarang harus menguasai sejumlah persyaratan. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar seorang penulis/pengarang dapat menghasilkan sebuah tulisan/ karangannya dengan baik, yaitu dapat membedakan denotasi dan konotasi, dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim, dapat membedakan kata-kata yang hampir mirip ejaannnya, dapat memahami dengan tepat makna kata-kata abstrak, dapat memakai kata penghubung yang berpasangan dengan tepat, dapat membedakan kata umum dan kata khusus dengan tepat. Perhatikan contoh berikut :

1. Dapat membedakan denotasi dan konotasi.

Contoh:

  1. Hari Minggu lalu, Saras jatuh ketika sedang naik sepeda bersama teman-temannya.
  2. Syarat utama seseorang bisa naik haji adalah dia tergolong orang yang mampu, baik secara material maupun spiritual.

 

2. Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.

Contoh:

Selama tiga bulan ini, rencana kami masih dalam rangka memberolahragakan karyawan

Setiap Sabtu pagi, Wandasti bersama kedua orang tuanya selalu mengolahragakan badan mereka agar selalu sehat.

3. Dapat membedakan kata-kata yang hampir mirip dalam ejaannya.

Contoh:

intensif – insentif                                    preposisi – proposisi

interferensi – inferensi                        korporasi – koperasi

karton – kartun                                       sarat – syarat

4. Dapat memahami dengan tepat makna kata-kata abstrak

Contoh:

kesejahteraan, keadilan, kemakmuran, keamanan, kerukunan, kebersamaan.

5. Tidak menafsirkan makna kata secara subjektif berdasarkan pendapat sendiri jika pemahaman belum dapat dipastikan.

Maka, pemakai kata harus menemukan makna yang tepat dalam kamus, misalnya, kata modern sering diartikan secara subjektif canggih, padahal menurut kamus, kata modern berarti terbaru atau mutakhir; canggih berarti banyak cakap, suka mengganggu, banyak mengetahui, dan bergaya intelektual.

6.  Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat.

Contoh:

Antara karyawan dengan atasan harus selalu saling bekerja sama.

Nurdiana tidak mau menerima hadiah berbentuk barang, tetapi berupa uang.

Baik anak maupun orang tua ikut menyaksikan pertandingan itu.

Bukan Imron yang tidak bersalah, melainkan Husen yang telah melakukannya.

7.  Dapat membedakan kata umum dan kata khusus dengan benar.

Kata ikan merupakan kata umum yang merujuk pada acuan yang lebih luas daripada kata mujair atau tawes. Ikan tidak hanya mujair atau tidak hanya tawes, tetapi ikan terdiri atas beberapa macam. Dalam hal ini yang acuannya lebih luas disebut kata umum, seperti ikan, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut kata khusus, seperti mujair dan tawes. Kata umum disebut dengan istilah superordinat, sedangkan kata khusus disebut dengan hiponim. Hal ini juga berlaku pada kata bunga dan mawar. Bunga disebut dengan superordinat, sedangkan mawar adalah hiponim.

8.  Jika seorang pengarang/penulis menggunakan imbuhan asing, dia harus memahami maknanya secara tepat.

Misalnya, dilegalisir seharusnya dilegalisasi, koordinir seharusnya koordinasi.

9. Menggunakan kata-kata idiomatik berdasarkan susunan (pasangan) yang benar.

Misalnya, berdasarkan pada yang seharusnya berdasar pada.

10. Menggunakan kata yang berubah makna dengan cermat.

Misalnya, kata issue yang kata tersebut berasal dari bahasa Inggris yang berarti publikasi, kesudahan, perkara, sedangkan isu dalam bahasa Indonesia berarti kabar yang tidak jelas asal-usulnya, kabar angin, atau desas-desus.

Untuk mempertajam pemahaman makna, terkadang kita memerlukan terjemahan asing, terutama bahasa Inggris sebagai pembanding, sebab perbedaan nuansa makna antarkata yang bermiripan itu terkadang begitu tipis. Dengan memahami makna yang tepat akan dapat dilakukan pemilihan kata yang akurat.

Semoga membantu rekan-rekan pembaca peribahasaindonesia.com yang sedang membuat sebuah tulisan maupun karya ilmiah. Terima kasih.