Pengertian Esai dan Ciri-cirinya

Pengertian Esei

Esei merupakan sebuah karangan dalam bentuk prosa tentang apa saja. Seringkali mahasiswa menulis beberapa butir pikiran dan gagasan. Butir-butir pikiran dan gagasan itu belum merupakan sebuah karangan, tulisan, atau esei. Butir-butir gagasan itu harus dirangkaikan dalam bahasa yang lancar dan berhubungan secara logis dan sitematik. Esei dalam pengertian umum adalah sebuah pembahasan secara prosaik dari gagasan atau pikiran yang masih terpenggal-penggal.

Akan tetapi, esei sebagai sebuah istilah dalam kegiatan komposisi tulis menyatakan bentuk karangan atau tulisan. Esei sebagai bentuk karangan dapat bersifat formal atau nonformal. Esei nonformal mempergunakan bahasa percakapan, sedangkan esei formal mempergunakan semua persyaratan penulisan.

Tipe-Tipe Esei

Ada enam macam tipe esei, yaitu

(a) esei deskriptif (pengarang/penulis melukiskan subjek yang menjadi perhatiannya;

(b) esei tajuk (pengarang/penulis menggambarkan pandangannya terhadap satu isyu yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat luas);

(c) esei cukilan watak (pengarang/penulis diperbolehkan membeberkan beberapa segi kehidupan individual seseorang);

(d) esei pribadi (penulis/pengarang menuliskan pandangan hidupnya sendiri);

(e) esei reflektif (pengarang/penulis mengungkapkan secara formal dan dengan nada serius atau bersungguh-sungguh beberapa topik penting yang berhubungan dengan kehidupan, misalnya pendidikan, politik, dsb);

(f) esei kritik (esei ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni).

Ciri-ciri Esei

Esei ditulis dalam bentuk prosa, harus ditulis secara singkat, memiliki gaya pembeda, selalu tidak utuh (tidak habis ditulis), memenuhi keutuhan penulisan, dan mempunyai nada pribadi.

Oke semoga pembahasan mengenai seluk beluk esai ini bermanfaat bagi pembaca peribahasaindonesia.com