Pengertian Fiksi dan Contoh Fiksi

Fiksi

Fiksi adalah cerita rekaan. Hasil olah imajinasi pengarang ini biasanya diwarnai oleh kultur, pengalaman batin, filosofi, pendidikan, religiusitas dan latar belakang pengarang lainnya.

Semua karya sastra bersifat fiktif. Artinya semua cerpen, novel drama dan puisi adalah hail kreatifitas oleh ide/gagasan pengarang yang tertuang secara artistik dan intens. Walaupun bersifat fiktif karya sastra memiliki kebenaran faktual, misalnya karya-karya sastra bertema ketimpangan sosial, kebobrokan moral, keserakahan dan sebagainya.

Adapun bila diperinci ciri-ciri fiksi adalah :
1) Bersifat rekaan/hasil olah imajinasi pengarang.
2) Memiliki kebenaran yang relatif.
3) Bahasa bersifat konotatif.
4) Tidak memiliki sistematika yang baku.
5) Sasarannya emosi (perasaan) pembaca.
6) Contoh : cerpen, novel dan drama.
7) Biasanya memiliki amanat (pesan moral) tertentu.

Contoh karya fiksi :
a. Cerpen :

Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (Idrus)
Mereka Bilang Saya Monyet (Jenar Mahesa Ayu)
Jatayu (NH. Dini)

b. Novel :

Cintaku di Kampus Biru (Ashadi Siregar)
Para Priyayi (Umar Khayyam)
Kabut Sutera ungu (Ike supomo)

c. Drama:

Mega-Mega (Arifin C. Noor)
Opera Ikan asin (Nano Riantiarno)
Konglomerat Burisrowo (WS Rendra)

d. Puisi :

Balada Terbunuhnya Atmo Karpo (WS Rendra)
Cintaku Jauh di Pulau (Chairil Anwar)
Sejuta Milyar Satu (Eko Budianta)

Demikian, semoga teman-teman PeribahasaIndonesia.com mengerti :)