Pengertian Gaya Bahasa

Gaya Bahasa

            Kata dan ungkapan dapat ditafsirkan menurut arti harfiah dan menurut arti majasinya. Arti harfiah itu sama dengan denotasi atau makna sebenarnya. Arti majasi diperoleh jika denotasi kata atau ungkapan dialihkan dan mencakupi juga denotasi lain bersamaan dengan tautan pikiran lain. Gaya bahasa atau langgam bahasa dan sering juga disebut majas adalah cara penutur mengungkapkan maksudnya. Banyak cara yang dapat dipakai untuk mengungkapkan maksud. Ada cara yang memakai perlambang (majas metafora, personifikasi); ada cara yang menekankan kehalusan (majas eufemisme, litotes); dan masih banyak lagi majas yang lainnya. Semua itu pada prinsipnya merupakan corak seni berbahasa atau retorika untuk menimbulkan kesan tertentu bagi mitra komunikasi kita (pembaca/pendengar).

            Sebelum menampilkan gaya tertentu ada enam faktor yang mempengaruhi tampilan bahasa seorang komunikator dalam berkomunikasi dengan mitranya, yaitu (a) cara dan media komunikasi, apakah secara lisan atau tulisan, langsung atau tidak langsung, media cetak atau media elektronik; (b) bidang ilmu, apakah filsafat, sastra, hukum, teknik, atau kedokteran; (c) situasi, apakah resmi, tidak resmi, atau setengah resmi, (d) ruang atau konteks, apakah seminar, kuliah, ceramah, atau pidato; khalayak:, apakah dibedakan berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status sosial; (e) tujuan, apakah membandingkan emosi, diplomasi, humor, atau informasi. Keenam hal tersebut turut membentuk dan mempengaruhi seseorang dalam melakukan kegiatan tindak tutur bersama rekannya.

            Syarat-syarat apa saja yang diperlukan untuk membedakan suatu gaya bahasa yang baik dengan gaya bahasa yang buruk? Sebuah gaya bahasa yang baik harus mengandung tiga unsur berikut; kejujuran, sopan santun, dan menarik. Kejujuran berarti mengikuti aturan dalam kaidah berbahasa. Lalu, yang dimaksud dengan sopan santun di sini berarti menyampaikan sesuatu secara jelas dan membuat pembaca atau pendengar tidak memeras keringat untuk mencari tahu apa yang ditulis atau dikatakan. Kemudian, yang dimaksud dengan menarik di sini adalah bahwa gaya bahasa tersebut harus dibuat bervariasi, sehingga akan menghindari monotomi dalam nada, struktur, dan pilihan kata. Untuk itu, seorang penulis/pengarang perlu memiliki kekayaan dalam kosakata dan humor yang sehat berarti gaya bahasa itu mengandung tenaga untuk menciptakan rasa nikmat dan gembira.

Semoga membantu bagi para pembaca peribahasindonesia.com :)