Pengertian Idiom

Idiom

            Biasanya, idiom digolongkan dengan peribahasa dalam bahasa Indonesia. Padahal, pengertian idiom jauh lebih luas daripada peribahasa. Untuk mengetahui makna sebuah idiom, setiap orang harus mempelajarinya sebagai seorang penutur asli, tidak mungkin hanya melalui makna dari kata-kata yang membentuknya. Jadi, pengertian idiom adalah pola-pola struktural yang menyimpang dari kaidah-kaidah bahasa yang umum, biasanya berbentuk frasa, sedangkan artinya tidak bisa diterangkan secara logis atau secara gramatikal, dengan bertumpu pada makna kata-kata yang membentuknya. Misalnya, ada seorang asing yang sudah mengetahui makna kata makan dan tangan, tidak akan memahami frasa makan tangan. Siapa orang yang akan berpikir bahwa makan tangan sama artinya dengan kena tinju atau beruntung besar? Selanjutnya, masib terdapat idiom dengan kata makan lainnya, seperti makan garam yang berarti berpengalaman dalam hidup, makan hati yang berarti bersusah hati karena perbuatan orang lain, makan suap yaitu menerima uang sogok.

         Ungkapan idiomatik adalah kata-kata yang mempunyai sifat idiom yang tidak terkena kaidah ekonomi bahasa. Oleh karena itu, setiap kata yang membentuk idiom berarti di dalamnya sudah ada kesatuan bentuk dan makna. Meski dengan prinsip ekonomi bahasa pun, salah satu unsurnya tetap tidak boleh dihilangkan. Setiap idiom sudah terpatri sedemikian rupa sehingga para pemakai bahasa mau tidak mau harus tunduk pada aturan pemakainya. Sebagian besar idiom yang berupa kelompok kata, misalnya, gulung tikar, adu domba, muka tembok tidak boleh dipertukarkan susunannya menjadi *tikar gulung, *domba adu, *tembok muka karena ketiga kelompok kata yang terakhir itu bukan idiom.

            Di bawah tingkatan idiom ini ada pasangan kata yang selalu muncul bersama sebagai frasa. Kelompok kata bertemu dengan, dibacakan oleh, misalnya, bukan idiom, tetapi berperilaku idiom. Pasangan kelompok kata semacam ini pantas disebut ungkapan idiomatik. Kedua contoh kata di bawah ini belum beraroma idiomatis karena tidak berisi ungkapan idiomatik.

(1)  Presiden Rusia, Vladimir Putin, bertemu Presiden RI, SBY.

(2)  Berita selengkapnya dibacakan Putra Nababan.

            Dengan alasan ekonomi bahasa pun contoh (1) dan (2) tetap salah karena terasa timpang. Pembetulannya tidak lain adalah dengan cara menempatkan pasangan serasi bagi kata bertemu, yaitu dengan; dan pasangan serasi bagi kata dibacakan, yaitu oleh..

(1a)   Presiden Rusia, Vladimir Putin, bertemu Presiden RI, SBY.

(2a)   Berita selengkapnya dibacakan oleh Putra Nababan.

Semoga membantu :)