Penulisan Perihal Surat

Hal Surat

Hal surat berarti soal atau perkara yang dibicarakan dalam surat. Adapun hal itu sendiri berarti ‘perkara’, ‘soal’, ‘urusan’, atau ‘peristiwa’. Sering dijumpai beberapa versi dalam penulisan hal itu sendiri, yakni hal, perihal, atau hal/perihal. Penulisan yang tepat ketiga pilihan itu adalah hal. Adapun kata perihal merupakan kata rancu. Partikel peri- itu sendiri bermakna ‘hal’. Jadi perihal itu bermakna hal tentang hal. Nah, hal itu rancu sekali bukan? Hal ini lebih-lebih dengan penggunaan hal/perihal, kata-kata ini tentunya lebih rancu lagi. Kata-kata itu berarti hal atau hal tentang hal.

Hal surat sama dengan judul karangan. Karena itu, cara penulisannyapun harus selayak menuliskan judul untuk sebuah karangan, yakni sebagai berikut:

  1. Singkat, jelas, dan menarik
  2. Berupa kata atau frase bukan kalimat.

Contoh:

Hal        : permohonan izin mengikuti KKN

Hal        : penataran dosen bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris angkatan II

Seperti halnya dalam penulisan nomor ataupun lampiran surat, penulisan hal tidak boleh diakhiri dengan tanda baca apapun, baik itu titik (.), koma (,), dan tanda baca lainnya.

Semoga bermanfaat bagi pembaca peribahasaindonesia.com